Top Social

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

HIKMAH KISAH HARUT DAN MARUT

Friday, March 19, 2021


SATU ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN ADALAH QOSHAHSH

 ( KISAH-KISAH YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN)

Tujuannya adalah IBRATULLI ULIL ALBAB


لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  (يوسف:111)    

                       

SALAH SATU QISAH DALAM AL-QURAN YANG PERLU KITA AMBIL PELAJARAN ADALAH QISAH HARUT DAN MARUT

 

·       FIRMAN ALLAH DALAM AL-BAQAROH: 102


وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُون [البقرة: 102) 

                                                                           

Artinya :

………. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. ….(Q.S. Al-Baqarah: 102).

             

Ayat di atas menyebutkan sekaligus menceritakan kisah dua orang malaikat yang bernama Harut dan Marut. Para ulama berbeda pendapat dalam memahami siapa Harut dan Marut tersebut. Ada yang memahaminya dalam arti dua orang manusia yang sedemikian taat kepada Allah, sehingga keduanya dinamakan malaikat. Ada juga yang memahami bahwa mereka benar-benar malaikat.

            

Khutbah Jum’at kali  ini akan membahas siapa  kedua malaikat yang bernama Harut dan Marut tersebut, serta mengapa dan untuk apa mereka hadir ke pentas bumi ini, dan apa hikmah yang perlu kita ambil.

           

    Konon, ketika Allah S.W.T. ingin menciptkan manusia (Nabi Adam) sebagai khalifah di muka bumi, para malaikat “protes”  dan “tidak setuju” dengan rencana Allah tersebut. Secara bersama-sama mereka menyampaikan “unek-“unek” kepada Allah.


وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (البقرة:30       


Artinya:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".( Q.S. Al-Baqarah: 30).

 

Dari ayat di atas dapat diapahami bahwa para malaikat menduga dan menganggap bahwa malaikat lebih wajar menyandang tugas sebagai khalifah tersebut dari Adam dan anak cucunya, karena  mereka sudah lama beribadah dan mensucikan  Allah, mengapa harus manusia (diciptakan saja belum) yang dipilih oleh Allah untuk menjadi kahalifah di bumi. 

            

``    Untuk  menanggapi unek-unek tersebut, maka Allah ingin membuktikan kekeliruan para Malaikat melalui ujian lisan dan tertulis.


وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آَدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ 

بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (البقرة:33 ) 


Artinya:

Dia ( Allah ) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar( dalam dugaanmu)!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” ( Q.S. Al-Baqarah:31-32).


 Para malaiakat mengaku tidak mengetahui (nama-nama benda di surga), dan dengan demikian terbuktilah kekeliruan dugaan mereka apalagi setelah Nabi Adam  berhasil menyampaikan nama-nama benda-benda disurga, yang tidak diketahui oleh malaikat tersebut.


            Konon, setelah para malaikat melihat ulah manusia di bumi yang mengakibatkan kerusakan dan pertumpahan darah terutama setelah terjadinya pembunuhan pertama dari anak Adam (Qabil dan Habil), mereka kembali mengecam “ khalifah “ itu dan menduga bahwa malaikat lebih wajar menyandang tugas tersebut dari pada Adam dan anak cucunya. Inilah unek-unek malaikat yang kedua.


            Untuk membuktikan kekeliruan unek-unek yang kedua ini, Allah menguji  para malaikat dalam bentuk praktek. Para malaikat dipersilahkan memilih dua malaikat mewakili mereka melaksanakan tugas kekhalifahan di muka bumi. Terpilihlah Harut dan Marut. Dibumi keduanya mengahadapi banyak godaan sebagaimana  halnya godaaan terhadap manusia. Ternyata keduanya tergelincir menghadapi rayuan. Konon oleh rayuan wanita, sehingga mereka juga mabuk minuman keras, berbuat zina dan membunuh manusia. Sekelumit kisahnya diceritakan panjang lebar dalam berbagai kitab tafsir.


            Kisah ini dipahami oleh sebagian ulama  sebagai kisah simbolik, tamtsil dan ibarat (pelajaran) bagi kehidupan manusia. Manusia biasanya menduga dirinya lebih pandai dan lebih benar dari pihak lain yang sedang melaksanakan satu tugas dalam satu arena, misalnya pemerintahan atau lapangan permainan. Bukankah pemain seringkali dinilai salah dan keliru oleh penonton? Bukankah kelompok oposisi seringkali menganggap kebijaksanaan pemerintah keliru? Tetapi penilaian mereka tidak selalu benar. Persilahkanlah penonton bermain, berilah kendali pemerintahan kepada penentang, tidak jarang terbukti bahwa dugaan mereka tentang kemampuannya dan ketidakmampuan pihak lain, ternyata sangat meleset. Tidak jauh berbeda dengan dengan para malaikat yang diwakili oleh Harut dan Marut itu. Kisah ini juga mengajarkan agar kita jangan mudah menyalahkan dan hanya pandai mengkritik orang lain tanpa solusi. Belum tentu jika kita berada dalam posisi orang yang kita kritik akan lebih baik dari keadaan mereka. Demikian Wallahu ‘alam. 


 Hikmah:

  1. Jangan mudah menyalahkan orang lain tanpa solusi. Jika kita berada pada posisi tersebut belum tentu kita juga bisa.
  2. Beruntunglah orang yang sibuk memikirkan aib diri sendiri dan tidak sempat mencari aib orang lain. HASIBU ANFUSAKUM QABLA AN TUHASABU
  3. Jangan mengejek/meremehkan orang lain, bisa jadi mereka lebih baik dari yang mengejek.
  4. Minuman keras berbahaya, jangankan manusia malaikat saja, bisa tergoda membuat dosa dengan diawali minuman keras.  

 

WALLAHU ‘ALAM   

Oleh:  Dr. H. Rozian karnedi, M.Ag

Disampaikan pada khutbah Jum'at di beberapa mesjid di Kota bengkulu, diantaranya : Mesjid Al-Istiqomah Padat karya, Mesjil Al Muawanah Pagar Dewa, mesjid Ar Rahman pagar Dewa, Mesjid Al-Istiqomah Kebun Tebeng Pada Tahun 2021

DARI CEMILAN RUMAHAN HINGGA BEROMSET PULUHAN JUTA RUPIAH

Friday, March 12, 2021

Ommey Keripik Kulit Tenggiri


Siapa yang nggak kenal dengan rasa Ommey, rasanya khas rasa krenyes-krenyes bikin nagih. Ommey ini terbuat dari bahan kulit ikan tenggiri 



5 DOKUMEN YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK MELAKUKAN SERFTIFIKASI HALAL PRODUK

Friday, March 5, 2021


Sertifikasi halal produk mesti dimiliki setiap produk UMKM, karena akan menaikkan pristise suatu produk, dan ini akan berdampak besar baik bagi sipelaku usaha ataupun bagi konsumen produk tersebut.

Kenapa demikian? Yah walaupun negara kita mayoritas muslim, tetapi sertifikat halal produk mesti dimiliki setiap produk yang beredar. Siapapun yang datang ke negara kita, akan merasa nyaman dan aman jika mengkonsumsi produk yang sudah ada label halal MUI nya. Begitu juga si pelaku usaha akan tenang dan tidak was-was akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika produk yang beredar sudah memiliki sertifikat halal MUI.

Khusus produk UMKM yang memiliki legalitas lengkap seperti P-IRT dan Sertifikasi Halal MUI, akan banyak mendapat kesempatan berupa fasilitas pengembangan usaha, baik moril maupun materi, baik dari pemrintah maupun instansi-instansi mitra lainnya seperti Bank Indonesia.  

Berikut ini ada 5 Dokumen yang harus dipersiapkan untuk melakukan sertifikasi halal produk, Diantaranya:

1. Data pelaku Usaha:

a. NIB atau dokumen ijin lainnya (SIUP, TDP)

b. NPWP

c. Akta Notaris

d. KK dan KTP Penanggungjawab Pelaku Usaha

e. Bagi Importir : API/API-U/API-P

2. Nama dan Jenis Produk

Surat izin edar yang dikeluarkan kementrian/lembaga terkait 

3. Daftar Produk dan Bahan

4. Proses Pengolahan Produk

5. Dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH)


Auto Post Signature

Auto Post  Signature