Top Social

FIRA KAHAR

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Dunia Menulis : DUA UNSUR PENTING DALAM MENULIS CERPEN

Sunday, March 11, 2018
PANGKALAN SASTRA merupakan program bulanan yang di laksanakan FLP Bengkulu setiap minggu ke-2  dengan kajian materi seputar literasi atau dunia kepenulisan
Foto Musfirah Abdul Kohar.
Berbagai materi di bahas di pangkalan ini seperti cara menulis karya ilmiah, menulis cerpen, menulis novel, temu sastrawan lokal maupun nasional, dan lain-lain, sharing hal hal yang berhubungan tentang dunia kepenulisan.
Program ini diadakan secara free tanpa pemungutan biaya sepersenpun.
Niat yang tulus dari semua pengurus memberikan sumbangsih yang nyata di dunia kepenulias.      Kegiatan ini merupakan kegiatan Edukasi dan Mengedukasi bagi masyarakat yang mau dan tertarik menekuni dunia kepenulisan. Harapan besar FLP Bengkulu bahwa kegiatan ini bisa menjadi ajang silaturahim, ajang menemukan inspirasi bagi masyarakat untuk mengisi pembagunan sumber daya manusia khususnya di dunia kepenulisan.

Edisi pangkalan sastra bulan maret 2018 kali ini mengkaji tentang bagaimana MENULIS CERPEN yang di sajikan oleh kak Dahlia Siregar. Pada kesempatan ini ijinkan saya menyampaikan ulang apa yang telah kak Lia sampaikan yaa.....kalau ada yang salah dan kurang tolong dikoreksi dan di tambahkan ya.

Kak Lia say : ada dua unsur penting dalam menulis cerpen yakni unsur Intrinsik dan unsur Ekstrinsik.
Apa itu unsur intrinsik dan unsur ektrinsik cerpen?
Sebelum membahas dua unsur tersebut secara jelas, ada baiknya kita bahas sedikit apa itu cerpen????
Cerpen (cerita pendek) merupakan diantara jenis karya sastra yang menggambarkan cerita atau kisah alur hidup manusia dalam bentuk tulisan yang ringkas dan jelas. Cerpen yang bisa juga dinamakan dengan prosa atau karangan fiksi, memiliki isi pengisahan yang hanya berfokus pada sebatas satu permasalahan atau konflik. secara singkatnya, jalan cerita pendek hanya berpusat paa satu konflik saja.

Cerpen memiliki beberapa ciri-ciri yang mesti dipahami agar kita dapat membedakannya dengan karya tulis lainnya, diantaranya:
* Memiliki jumlah kata tidak lebih dari 10.000 kata.
* Memiliki proporsi penulisan yang lebih singkat dibandingkan dengan novel.
* Kebanyakan mempunyai ide cerita yang menggambarkan kehidupan sehari-hari.
* Tokoh yang diceritakan dalam cerpen mengalami sebuah konflik sampai pada tahap penyelesaian.
* Pemilihan katanya sederhana sehingga memudahkan para pembacanya untuk memahaminya.
* Bersifat fiktif
* Menceritakan satu kejadian saja dan menggunakan alur cerita tunggal dan lurus.
* Membacanya tidak membutuhkan waktu yang lama.
* Memberikan pesan dan kesan yang sangat mendalam sehingga pembaca akan ikut erasakan kesan dari cerita tersebut.

Nah sekarang sudah jelas ya apa itu cerpen?
Sekarang baru kita bahas tentang dua unsur cerpen tadi.

Unsur pertama adalah unsur INTRINSIK.
Unsur intrinsik adalah unsur pembangun cerpen yang berasal dari dalam cerpen itu sendiri. Jika di ibaratkan sebuah bangunan,  maka unsur intrinsik adalah komponen-komponen bangunan tersebut.

Salah satu poin saja hilang, maka bangunan tersebut akan roboh. Begitupun dengan unsur intrinsik, jika salah satu unsur ini hilang, maka karya tulis tersebut tidak bisa di sebut cerpen.

Unsur intrinsik cerpen terdiri dari tema, tokoh, atau penokohan, alur cerita, latar, gaya bahasa, sudut pandang dan amanat.
baiklah akan kita perjelas satu persatu yaaa.....

1. TEMA yaitu ruh atau nyawa dari setiap karya cerpen. Dengan kata lain tema merupakan ide atau gagasan dasar yang melatarbelakangi keseluruhan cerita yang ada dari cerpen.
Tema memiliki sifat umum dan general yang dapat diambil dari lingkungan sekitar, permasalah yang ada di masyarakat, kisah pribadi pengarang sendiri, sejarah, perjuangan romansa, persahabatan dan lain-lain.

2. TOKOH dan PENOKOHAN adalah salah satu bagian yang wajib ada dalam suatu  cerpen. Namun, yang perlu diketahui adalah tokoh dan penokohan dua hal yang berbeda dalam sebuah penulisan cerpen. Tokoh merupakan pelaku atau orang yang terlibat di dalam cerita tersebut. Sedangkan penokohan adalah penentuan watak atau sifat tokoh yang ada di dalam cerita. Watak yang diberikan dapat digambarkan dalam sebuah ucapan, pemikiran dan pandangan dalam melihat suatu masalah.
Ada 4 jenis tokoh yang digambarkan dalam cerpen, antara lain:
* Protagonis : Tokoh yang menjadi aktor atau pemeraan utama dan mempunyai sifat yang baik.
* Antagonis : Tokoh inni juga menjadi pemeran utama yang menjadi lawan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis yang memiliki watak negatif seperti iri, dengki, sombong, angkuh, congkak, dan lain-lain.
* Tritagonis : Tokoh ini adalah tokoh penengah dari protagonis dan antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat yang aif dan bijaksana.
* Figuran : Tokoh ini merupakan tokoh pendukung yang memberikan tambahan  warna dalam cerita.

Penokohan watak dari 4 tokoh diatas akan disampaikan dengan 2 metode, diantaranya Analitik, yaitu sebuah metode penyampaian oleh penulis mengenai sifat atau watak tokoh engan cara memaparkan secara langsung. Seperti : keras kepala, penakut, pemberanni, pemalu, dan sebagainya. Dramatik, yaitu sebuah metode penyampaian sifat tokkoh secara tersirat. Biasanya disampaikan melalui tingkah laku si tokoh dalam cerita.

3. ALUR (PLOT), yaitu urutan jalan cerita dalam cerpen yang disampaikan oleh penulis. Dalam menyampaikan cerita, ada tahapan -tahapan alur yang disampaikan oleh sang penulis. Diantaranya:
* Tahap perkenalan
* Tahap penanjakan
* Tahap klimaks
* Anti klimaks
Tahap-tahap alur tersebut harus ada di dalam sebuah ceita. Hal inni bertujuan agar cerita tidak membinngungkan orang yang membacanya. Ada 2 macam alur yang kerapkali digunakan oleh para penulis, yakni: Alur maju dan alur mundur.

4. SETTING (LATAR), mengacu pada waktu, suasana dan tempat terjadinya cerita tersebut. latar akan memberikan persepsi konkret padda sebuah cerita pendek. Ada 3 jenis latar dalam sebbuah cerpen yakni latar tempat, waktu dan suasana.

5. SUDUT PANDANG, merupakan strategi yang digunakan oleh pengarang cerpen untuk menyampaikan ceritanya. Baik itu sebagai orang pertama, kedua, ketiga. Bahkan acapkali para penulis menggunakan sudu pandang orang yang berada dim luar cerita.

6. GAYA BAHASA, merupakan ciri khas sang penulis dalam menyampaikan tulisannya ke[padda publik. Baik itu penggunaan majasnya, diksi dan pemilihan kalimat yan tepat di dalam cerpennya.

7. AMANAT, adalah pesan moral atau pelajaran yang dapat kita petikdari cerita pendek trsebbut.Di dalam suatu cerpen, moraal biasanya tidak ditulis secara lansung, melainkan tesirat dan akan bergantung sesuai pemahaman pembaca akan cerita pendek tersebut.

Nah temans sudah jelas ya....ada 7 unsur intrinsik dalam sebuah cerpen. Selanjutnya akan kita bahas apa itu unsur ekstrinsik dalam se uah cerpen????

Unsur cerpen kedua adalah unsur EKSTRINSIK.
Adalah unsur-unsur cerpen yangbberada di luar karya sastra. Akan tetapi, secara tidak langsung unsur nini mempengaruhi proses pembuatan bsuatu cerpen. Unsur ekstrinsik cerpen antara lain:

1. LATAR BELAKANG MASYARAKAT,  merupakan faktor lingkungan masyarakat sekitar yang mempengaruhi penulis dalam membuat cerpen tersebut. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis, diantaranya sebagai berikut:
* Idiologi Negara
* Kondisi Politik
* Kondisi Sosial
* Kondisi Ekonomi

2. LATAR BELAKANG PENULIS, adalah sebuah faktor dari dalam penulis yang mendorong penulis dalam membbuat cerpen. Latar belakang penulis terdiri dari beberapa faktor, diantaranya adalah:
* Riwayat Hidup Penulis
* Kondisi Psikologis
* Aliran Sastra Penulis

3. NILAI TERKANDUNG DI DALAM CERPEN, ada beberapa nilai yang menjadi unsur ekstrinsik dalam sebuah cerpen. Dan nilai-nilai tersebut diantaranya adalah:
* Nilai Agama
* Nilai Sosial
* Nilai Moral
* Nilai Budaya


Mendapatkan sedikit ilmu yang langsung diaplikasikan dalam khidupan sehari-hari dan langsung dibagikan keorang lain merupakan hal yang patut diapresiasi. Dari pada banyak ilmu yang di dapat tapi terpendam saja tanpa dibagikan atau di sharingkan dengan orang lain, tidaklah ada manfaatnya sama sekali, bahkan ilmu tersebut bisa hilang tanpa hasil yang nyata.
Terimakasih kak lia Dahlia Siregar, yang sudah meluangkan waktunya berbagi ilmu di pangkalan sastra bulan ini Maret, tanggal 11 tahun 2018 di Sekolah Alam bengkulu Pantai Panjang.
Semoga ilmu yang kak Lia berikan menjadi amal jariah yang InsyaAllah akan terus mengalir nantinya menjadi amalan kak Lia di sisi Allah SWT.







Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature