Top Social

Bercerita Dengan Tulisan

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA (MENGGAMBAR)

Wednesday, August 11, 2021

Assalamu'alaikum Wr Wb        

        Menggambar memiliki beberapa prinsip yang harus dipahami, yaitu prinsip komposisi. Prinsip komposisi mampu menimbulkan keseimbangan, kesatuan, irama, dan keselarasan dalam suatu karya.


a. Keseimbangan

        Keseimbangan berkaitan dengan bobot atau berat ringannya peletakan suatu benda. Untuk memperoleh keseimbangan, dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satunya dengan membagi bagian permukaan menjadi dua bagian yang sama. Keseimbangan semacam ini disebut keseimbangan simetris. Adapun keseimbangan asimetris adalah keseimbangan yang diperoleh dengan tidak mempertimbangkan bentuk kanan dan kiri sebagaimana keseimbangan simetris.  


b. Kesatuan

        Kesatuan adalah susunan elemen-elemen yang membangun suatu objek agar tertata dengan rapi, menurut yang semestinya. Kesatuan merupakan gabungan antar bagian yang utuh.


c. Irama 

        Irama dalam suatu karya seni terjadi melalui pengaturan unsur-unsur rupa, baik garis, raut, warna, tekstur, ruang, maupun gelap terang secara berulang. Irama dalam karya seni rupa dapat diupayakan melalui pengulangan, pergantian, perubahan ukuran, dan gerakan mengalun.


d. Keselarasan (Harmoni)

        Keselarasan sering disebut harmoni atau keserasian. Sesuatu dapat dikatakan selaras atau serasi apabila menimbulkan kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan. Dalam karya seni, keserasian dapat tercipta dengan menata unsur yang sama, sesuai, dan tidak ada perbedaan yang mencolok.


e. Kontras

        Kontras adalah variasi bentuk yang sangat berbeda pada suatu gambar. Adanya kontras menjadikan suatu gambar tidak terasa menoton. Misalnya, sederetan bentuk lengkung atau silindris yang diselingi bentuk persegi, kemudian terulang kembali pada deretan berikutnya sampai beberapa kali.


f. Pusat Perhatian (Aksentuasi)

        Dalam suatu karya seni, tentu ada bagian tertengtu yang mampu menarik perhatian. Bagian yang menarik perhatian semacam itu disebut penekanan atau pusat perhatian. Penekanan adalah bagian gambar yang dibuat berbeda atau menonjol sehingga mampu menarik perhatian banyak orang atau menjadi pusat perhatian.


Tugas untuk siswa kelas VII :

1. Tulis komentar nama lengkap dan kelas kamu di kolom komentar di bawah tulisan ini!

2. Carilah contoh gambar yang memiliki keseimbangan simetris dan keseimbangan asimetris. Gambar bisa kalian lihat di google atau di majalah atau di foto sendiri.

3. Contoh gambar tersebut kalian foto atau rekam dan dikirim ke telegram pribadi ummi!

Selamat belajar dan mengerjakan tugas, jangan lupa tetap menjaga kesehatan ya.


TERIMA KASIH!

Wassalamu'alaikum Wr Wb.

UNSUR-UNSUR SENI RUPA

Wednesday, August 4, 2021

     Oleh Musfirawati, M.Pd



Dalam membuat karya seni rupa, misalnya menggambar atau melukis, ilmu dasar yang mesti dimiliki adalah unsur-unsur senirupa. Diantaranya: titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang.

        Pada tulisan kali ini saya akan menjelaskan secara rinci ketujuh unsur di atas.


1. Titik

    Unsur paling dasar dalam menggambar adalah titik. Unsur titik akan sangat berarti pada seni rupa apabila cukup banyak atau ukurannya diperbesar hingga menjadi bentuk bintik. Kita dapat membuat karya seni rupa melalui titik.


2. Garis

    Garis merupakan unsur dalam seni rupa yang menjadi awal perwujudan karya.Unsur ini adalah goresan atau tarikan dari satu titik ke titik lai. Bentuk garis dapat menimbulkan kesan beragam yang disebut sifat atau karakter garis. beberapa sifat atau karakter garis, yaitu garis lurus (kesan kaku, tegas, dan keras) garis lengkung (kesan lembut dan lentur) Garis spiral (kesan luwes).


3. Bidang

    Unsur bidang dalam seni rupa adalah suatu garis yang dipertemukan ujung pangkalnya. Ada beberapa jenis bidang, misalnya bidang geometris (segitiga, persegi, persegi panjang) dan bidan nongeometris (bentuk-bentuk alami). permukaan dari sebuah bidang adalah datar.


4. Bentuk

    Unsur bentuk dalam seni rupa tersusun dari gabungan bidang-bidang. Hal ini dapat dilihat pada bentuk kotak yang terwujud dari penyatuan enam sisi bidang. Unsur bentuk selalu berkaitan dengan benda, baik alami maupun buatan. Ada beberapa macam bentuk, yaitu kubistis, silindris, bola, limas, prisma, kerucut (semua geometris) dan nongeometris. Unsur bentuk dapat diwujudkan pada seni patung, arsitektur, interior, dan kriya.


5. Warna

    Warna adalah kesan yang diperoleh mata dari cahaya yang dipantulkan oleh benda-benda yang dikenalinya. warna mampu memberikannunsa bagi terciptanya karya seni. Karya seni akan terlihat lebih menarik setelah diberi warna. Warna dapat memberikan kesan tertentu. Warna gelap cenderung memberikan kesan berat. Sebaliknya, warna terang akan memberikan kesan ringan.

    Warna yang digunakan dalam pembuatan suatu benda seni dapat berupa warna primer, sekunder, atau tersier.

a. Warna primer adalah warna dasar, bukan campuran dari warna lain yakni warna merah, kuning, dan biru.



b. Warna sekunder adalah warna yang terbentuk dari dua warna primer, yakni warna oranye, hijau, dan ungu.

c. Warna tersier adalah warna yang terbentuk dari campuran warna sekunder dan primer, yakni warna cokelat muda dan cokelat tua.


6. Tekstur

        Tekstur adalah nilai raba terhadap suatu permukaan benda secara visual. Tekstur terdiri atas dua jenis sebagai berikut:

a. Tekstur nyata

Tekstur nyata adalah tekstur yang tampak kasar dan memang kasar jika diraba. Tekstur yang tampak halus bila diraba ternyata memang halus. Contoh tekstur nyata, yaitu batang kayu, kacs, plastik, dan batu.

b. Tekstur semu

Tekstur semu adalah tekstur yang terlihat kasar bila diraba ternyata halus atau terlihat halus ternyata kasar. Tekstur ini hadir karena adanya unsur gelap terang atau perspektif. Tekstur juga dapat menimbulkan kesan berat dan ringan. Misalnya, sebuah kubus dari besi yang berat bila permukaan luarnya dilapisi karton akan memberi kesan ringan dan kosong.


7. Gelap terang

        Unsur gelap terang timbul karena adanya perbedaan intensitas cahaya yang jatuh mengenai permukaan benda. Bagian bebnda yang terkena cahaya akan tampak terang, sementara bagian yang tidak terkena cahaya akan tampak gelap.


Tugas untuk siswa-siswiku kelas VII

1. Baca dengan baik tulisan materi tentang unsur-unsur seni rupa (Unsur-unsur menggambar) di atas.

2. Buatlah warna sekunder dengan menggunakan cat air, di foto atau di videokan hasilnya, kirim ke telegram pribadi ummi fira ya....


Selamat belajar siswa-siswiku, jangan lupa tersenyum dan berbahagia ya....

Sekian terima kasih




HIKMAH KISAH HARUT DAN MARUT

Friday, March 19, 2021


SATU ISI KANDUNGAN AL-QUR’AN ADALAH QOSHAHSH

 ( KISAH-KISAH YANG TERDAPAT DALAM AL-QUR’AN)

Tujuannya adalah IBRATULLI ULIL ALBAB


لَقَدْ كَانَ فِي قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِأُولِي الْأَلْبَابِ  (يوسف:111)    

                       

SALAH SATU QISAH DALAM AL-QURAN YANG PERLU KITA AMBIL PELAJARAN ADALAH QISAH HARUT DAN MARUT

 

·       FIRMAN ALLAH DALAM AL-BAQAROH: 102


وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآَخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُون [البقرة: 102) 

                                                                           

Artinya :

………. Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: "Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir". Maka mereka mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. ….(Q.S. Al-Baqarah: 102).

             

Ayat di atas menyebutkan sekaligus menceritakan kisah dua orang malaikat yang bernama Harut dan Marut. Para ulama berbeda pendapat dalam memahami siapa Harut dan Marut tersebut. Ada yang memahaminya dalam arti dua orang manusia yang sedemikian taat kepada Allah, sehingga keduanya dinamakan malaikat. Ada juga yang memahami bahwa mereka benar-benar malaikat.

            

Khutbah Jum’at kali  ini akan membahas siapa  kedua malaikat yang bernama Harut dan Marut tersebut, serta mengapa dan untuk apa mereka hadir ke pentas bumi ini, dan apa hikmah yang perlu kita ambil.

           

    Konon, ketika Allah S.W.T. ingin menciptkan manusia (Nabi Adam) sebagai khalifah di muka bumi, para malaikat “protes”  dan “tidak setuju” dengan rencana Allah tersebut. Secara bersama-sama mereka menyampaikan “unek-“unek” kepada Allah.


وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ (البقرة:30       


Artinya:

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi". Mereka berkata: "Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?" Tuhan berfirman: "Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui".( Q.S. Al-Baqarah: 30).

 

Dari ayat di atas dapat diapahami bahwa para malaikat menduga dan menganggap bahwa malaikat lebih wajar menyandang tugas sebagai khalifah tersebut dari Adam dan anak cucunya, karena  mereka sudah lama beribadah dan mensucikan  Allah, mengapa harus manusia (diciptakan saja belum) yang dipilih oleh Allah untuk menjadi kahalifah di bumi. 

            

``    Untuk  menanggapi unek-unek tersebut, maka Allah ingin membuktikan kekeliruan para Malaikat melalui ujian lisan dan tertulis.


وَعَلَّمَ آَدَمَ الْأَسْمَاءَ كُلَّهَا ثُمَّ عَرَضَهُمْ عَلَى الْمَلَائِكَةِ فَقَالَ أَنْبِئُونِي بِأَسْمَاءِ هَؤُلَاءِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ (31) قَالُوا سُبْحَانَكَ لَا عِلْمَ لَنَا إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَا إِنَّكَ أَنْتَ الْعَلِيمُ الْحَكِيمُ (32) قَالَ يَا آَدَمُ أَنْبِئْهُمْ بِأَسْمَائِهِمْ فَلَمَّا أَنْبَأَهُمْ 

بِأَسْمَائِهِمْ قَالَ أَلَمْ أَقُلْ لَكُمْ إِنِّي أَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَأَعْلَمُ مَا تُبْدُونَ وَمَا كُنْتُمْ تَكْتُمُونَ (البقرة:33 ) 


Artinya:

Dia ( Allah ) mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar( dalam dugaanmu)!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana” ( Q.S. Al-Baqarah:31-32).


 Para malaiakat mengaku tidak mengetahui (nama-nama benda di surga), dan dengan demikian terbuktilah kekeliruan dugaan mereka apalagi setelah Nabi Adam  berhasil menyampaikan nama-nama benda-benda disurga, yang tidak diketahui oleh malaikat tersebut.


            Konon, setelah para malaikat melihat ulah manusia di bumi yang mengakibatkan kerusakan dan pertumpahan darah terutama setelah terjadinya pembunuhan pertama dari anak Adam (Qabil dan Habil), mereka kembali mengecam “ khalifah “ itu dan menduga bahwa malaikat lebih wajar menyandang tugas tersebut dari pada Adam dan anak cucunya. Inilah unek-unek malaikat yang kedua.


            Untuk membuktikan kekeliruan unek-unek yang kedua ini, Allah menguji  para malaikat dalam bentuk praktek. Para malaikat dipersilahkan memilih dua malaikat mewakili mereka melaksanakan tugas kekhalifahan di muka bumi. Terpilihlah Harut dan Marut. Dibumi keduanya mengahadapi banyak godaan sebagaimana  halnya godaaan terhadap manusia. Ternyata keduanya tergelincir menghadapi rayuan. Konon oleh rayuan wanita, sehingga mereka juga mabuk minuman keras, berbuat zina dan membunuh manusia. Sekelumit kisahnya diceritakan panjang lebar dalam berbagai kitab tafsir.


            Kisah ini dipahami oleh sebagian ulama  sebagai kisah simbolik, tamtsil dan ibarat (pelajaran) bagi kehidupan manusia. Manusia biasanya menduga dirinya lebih pandai dan lebih benar dari pihak lain yang sedang melaksanakan satu tugas dalam satu arena, misalnya pemerintahan atau lapangan permainan. Bukankah pemain seringkali dinilai salah dan keliru oleh penonton? Bukankah kelompok oposisi seringkali menganggap kebijaksanaan pemerintah keliru? Tetapi penilaian mereka tidak selalu benar. Persilahkanlah penonton bermain, berilah kendali pemerintahan kepada penentang, tidak jarang terbukti bahwa dugaan mereka tentang kemampuannya dan ketidakmampuan pihak lain, ternyata sangat meleset. Tidak jauh berbeda dengan dengan para malaikat yang diwakili oleh Harut dan Marut itu. Kisah ini juga mengajarkan agar kita jangan mudah menyalahkan dan hanya pandai mengkritik orang lain tanpa solusi. Belum tentu jika kita berada dalam posisi orang yang kita kritik akan lebih baik dari keadaan mereka. Demikian Wallahu ‘alam. 


 Hikmah:

  1. Jangan mudah menyalahkan orang lain tanpa solusi. Jika kita berada pada posisi tersebut belum tentu kita juga bisa.
  2. Beruntunglah orang yang sibuk memikirkan aib diri sendiri dan tidak sempat mencari aib orang lain. HASIBU ANFUSAKUM QABLA AN TUHASABU
  3. Jangan mengejek/meremehkan orang lain, bisa jadi mereka lebih baik dari yang mengejek.
  4. Minuman keras berbahaya, jangankan manusia malaikat saja, bisa tergoda membuat dosa dengan diawali minuman keras.  

 

WALLAHU ‘ALAM   

Oleh:  Dr. H. Rozian karnedi, M.Ag

Disampaikan pada khutbah Jum'at di beberapa mesjid di Kota bengkulu, diantaranya : Mesjid Al-Istiqomah Padat karya, Mesjil Al Muawanah Pagar Dewa, mesjid Ar Rahman pagar Dewa, Mesjid Al-Istiqomah Kebun Tebeng Pada Tahun 2021

DARI CEMILAN RUMAHAN HINGGA BEROMSET PULUHAN JUTA RUPIAH

Friday, March 12, 2021

Ommey Keripik Kulit Tenggiri


Siapa yang nggak kenal dengan rasa Ommey, rasanya khas rasa krenyes-krenyes bikin nagih. Ommey ini terbuat dari bahan kulit ikan tenggiri 



5 DOKUMEN YANG HARUS DIPERSIAPKAN UNTUK MELAKUKAN SERFTIFIKASI HALAL PRODUK

Friday, March 5, 2021


Sertifikasi halal produk mesti dimiliki setiap produk UMKM, karena akan menaikkan pristise suatu produk, dan ini akan berdampak besar baik bagi sipelaku usaha ataupun bagi konsumen produk tersebut.

Kenapa demikian? Yah walaupun negara kita mayoritas muslim, tetapi sertifikat halal produk mesti dimiliki setiap produk yang beredar. Siapapun yang datang ke negara kita, akan merasa nyaman dan aman jika mengkonsumsi produk yang sudah ada label halal MUI nya. Begitu juga si pelaku usaha akan tenang dan tidak was-was akan terjadi hal yang tidak diinginkan jika produk yang beredar sudah memiliki sertifikat halal MUI.

Khusus produk UMKM yang memiliki legalitas lengkap seperti P-IRT dan Sertifikasi Halal MUI, akan banyak mendapat kesempatan berupa fasilitas pengembangan usaha, baik moril maupun materi, baik dari pemrintah maupun instansi-instansi mitra lainnya seperti Bank Indonesia.  

Berikut ini ada 5 Dokumen yang harus dipersiapkan untuk melakukan sertifikasi halal produk, Diantaranya:

1. Data pelaku Usaha:

a. NIB atau dokumen ijin lainnya (SIUP, TDP)

b. NPWP

c. Akta Notaris

d. KK dan KTP Penanggungjawab Pelaku Usaha

e. Bagi Importir : API/API-U/API-P

2. Nama dan Jenis Produk

Surat izin edar yang dikeluarkan kementrian/lembaga terkait 

3. Daftar Produk dan Bahan

4. Proses Pengolahan Produk

5. Dokumen Sistem Jaminan Halal (SJH)


Prosedur Menerapkan Ragam Hias Pada Bahan Alam

Wednesday, February 24, 2021

         


   Nah, tiba saatnya kita masuk materi kreasi dan kreatifitas seni atau keterampilannya. Di sini akan saya jelaskan bagaimana prosedur atau langkah-langkah membuat karya seni penerapan ragam hias pada bahan alam/kayu.

        Prosedur Atau Langkah-langkah dalam menerapkan ragam hias pada bahan alam bergantung kepada bahan , alat, dan teknik yang akan digunakan. Berikut Merupakan Prosedur menggambar ragam hias pada bahan alam kayu menggunakan teknik gambar/lukis dan teknik ukir/pahat.

1. Teknik Gambar/Lukis

        Menerapkan ragam hias pada bahan kayu dengan teknik gambar/lukis dapat dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:

a. Siapkan papan kayu, pensil gambar, kuas, palet dan cat.

b. Buatlah sketsa gambar ragam hias pada papan kayu yang sudah diamplas.

c. Warnai gambar ragam hias dengan cat yang diawali warna muda hingga warna tua

d. Selesaikan pewarnaan hingga tuntas.


2.  Teknik Ukir/ Pahat

        Menerapkan ragam hias padan bahan kayu dengan teknik ukir/pahat dapat dilakukan dngan prosedur sebagai berikut:

a. Siapkan papan kayu, gambar rancangan ragam hias, pahat ukir, dan palu kayu

b. Tempelkan gambar rancangan ragam hias pada bahan kayu

c. Pahat tegak seluruh gambar ragam hias (ngethaki)

d. Pahat miring seluruh gambar ragam hias (malesi)

e. Pahat bagian dasar ukiran (dasari)

f. Pahat dan perindah bagian pokok ragam hias (matuti)

g. Haluskan seluruh pahatan dengan amplas.

h. Warnai ukiran dengan cat atau pelitur.


        Dari dua materi prosedur atau langkah-langkah membuat karya seni rupa di materi penerapan ragam hias pada bahan alam ini, kamu bisa memilih salah satunya yang akan kamu pedomani dalam melakakukan proses pembuatan karya atau tugas praktek di materi ini. 

        Setelah kamu berhasil memilih satu dari kedua prosedur di atas, langkah selanjutnya yang kamu lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan, kemudian kamu buat sketsa desain ragam hias yang akan kamu terapkan di karyamu. kamu bisa pilih jenis ragam hias yang mana yang akan kamu buat, diantaranya flora, fauna, figuratif, atau geometris. Boleh juga kamu menggabungkan diantara macam atau jenis ragam tersebut. tergantung kemampuan daya imajinasi dan kreatifitas kamu dalam membuat sebuah disain ragam hias.

        Dalam menentukan jenis ragam hias yang akan kamu terapkan di karya kamu nanti, kamu boleh juga mengambil motif dari kearifan lokal daerah masing-masing. Misalnya daerah Bengkulu, kamu boleh membuat ragam hias dari motif kain besurek, atau boleh mengembangkan jenis kekayaan flora dan fauna atau sumberdaya alam yang ada di Bengkulu atau di daerah manapun kamu tinggal. Hal ini akan membuat kamu lebih semangat dan bergairah karena motif ragam hias yang kamu buat sangat dekat dengan kehidupan kamu sehari-hari.

Selamat Berkarya ya......

regard....Umi Fira 

        

Materi Ajar Seni Budaya Kelas VII Menerapkan Ragam Hias Pada Bahan Kayu

Friday, February 19, 2021
PENERAPKAN RAGAM HIAS
PADA BAHAN KAYU

Oleh: Fira Kahar


                Kayu merupakan bahan alami yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan kerajinan. Kerajinan kayu di Indonesia memiliki harga jual yang tinggi karena keindahannya. Kerajinan kayu memiliki motif yang beragam. Motif-motif tersebut berasal dari kebudayaan dan kepercayaan masyarakat setempat. Bentuk-bentuk kerajinan kayu yang dapat ditemui berupa meja, lemari, maupun benda kayu lainnya. Lantas, bagaimana pembuatan ragam hias pada sebuah kayu dengan cara sederhana? Untuk lebih jelas pelajari materi yang akan kutulis berikut.

                Tujuan pembelajaran pada materi kali ini, siswa diharapkan dapat mengapresiasi dan berkreasi seni rupa, yaitu:

1. Mengidentifikasi keunikan beragam penerapan ragam hias pada bahan kayu.
2. Mendeskripsikan keunikan beragam penerapan ragam hias pada bahan kayu.
3. mengekspresikan diri melalui penerapan ragam hias flora, fauna, dan/atau geometis pada bahan kayu.
4. mengkomunikasikan hasil karya penerapan ragam hias flora, fauna, dan/atau geometris pada bahan kayu secara lisan.

A. Penerapan Ragam Hias pada bahan Kayu

        Kayu banyak dimanfaatkan oleh manusia sejak jaman dahulu. Kayu digunakan untuk membuat bagian bangunan, seperti pintu dan jendela, serta perabotan rumah, seperti kursi, lemati dan meja. Banyak perabot rumah tangga atau bagian bangunan yang terbuat dari kayu diberi sentuhan ragam hias. Motif hias yang digunakan berupa motif flora, fauna, figurati, geomet4ris, atau gabungan dari motif-motif tersebut. Motif yang digunakan beragam, tergantung pada kebudayaan masyarakat setempat. Berikut jenis-jenis ragam hias pada bahan kayu.

        Sejak masa lampau kayu digunakan untuk membuat perabot rumah tangga (misalnya kursi, lemari, dan peti) dan bagian bangunan (misalnya tiang, pintu, dan jendela). Banyak perabot kayu atau bagian bangunan tersebut diberi sentuhan ragam hias. Motif hias yang digunakan berupa motif tumbuhan, binatang, figuratif, dan geometris atau gabungan dari motif-motif tersebut. Penerapan ragam hias padda bahan kayu dilakukan dngan teknik mengukir atau teknik menggambar (melukis) atau gabungan dari keduannya. 

       Selain digunakan sebagai hiasan, ada ragam hiasan, ada ragam hias pada benda-benda tersebut yang juga memiliki nilai simbolis, terkait dengan kepercayaan atau agama. Beberapa daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, kalimantan, Bali, Sulawesi, dan Papua memiliki ragam hias yang khas pada bahan kayu.

1. Ragam Hias Flora
        Ragam hias flora merupakan ragam hias yang menggunakan bentuk tumbuhan sebagai moti ragam hias. Jenis tumbuhan yang dijadikan objek/inspirasi juga berbeda tergantung pada lingkungan (alam, sosial dan kepercayaan pada waktu tertentu) tempat motif tersebut diciptakan. Motif flora pada bahan kayu dapat ditemui di hampir seluruh daerah di Indonesia.


2. Ragam Hias Fauna
        Ragam hias fauna adalah ragam hias yang menggunakan gambar motif hewan-hewan tertentu. Beberapa hewan yang biasa dipakai sebagai objek ragam hias adalah kupu-kupu, burung, kadal, gajah, dan ikan. Daerah-daerah yang banyak menggunakan ragam hias fauna pada kerajinan kayu adalah Yogyakarta, Bali, Sumater, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.


3. Ragam Hias Figuratif
        Ragam hias figuratif adalah ragam hias yang menggunakan objek manusia yang digambar dengan mendapatkan penggayaan bentuk. Manusia sebagai salah satu objek dalam penciptaan motif ornamen mempunyai beberapa unsur, baik secara utuh maupun terpisah. Secara terpisah contohnya, kedok atau topeng, dan secara utuh contohnya, bentuk-bentuk dalam pewayangan.


4. Ragam Hias Geometris
            Ragam hias geometris merupakan ragam hias dari bentuk-bentuk geometis. Motif geometris berkembang dari bentuk titik, garis, atau bidang yang berulang dari pola yang sedderhana sampai pola yang rumit. Ragam hias ini dapat dijumpai di wilaya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.


B. Contoh Penerapan Ragam Hias

         Kayu dapat diolah menjadi kerajinan yang bernilai seni tinggi. pengolahan kayu menggunakan teknik dan alat yang sesuai dengan karakteristik bahan kayu.
      
           Penerapan ragam hias bahan kayu terdiri atas beberapa teknik. Teknik-teknik tersebut, diantaranya mengukir dan menggambar atau perpaduan keduannya. Mengukir adalah proses membentuk cekungank dan tonjolan pada permukaan kayu dengan alat pahat sehingga menghasilkan ragam hias tertentu.  akegiatan mengukir menggunakan alat pahat. Alat utama dalam mengukir adalah pahat yang terdiri atas berbagai ukuran dan pemukul dari kayu. Ada empat jenis pahat sebagai berikut. 

        Ragam hias diterapkan pada permukaan bahan kayu yang berbentuk bidang ua dimensi dan tiga dimensi. Penerapan ragam hias pada bahan kayu ini dilakukan dengan menggambar atau mengukir. Penerapan ragam hias pada bahan kayu juga terdapat pada benda-benda seni kerajinan aerah seperti pada talenan, topeng, dan kerajinan lainnya. Ragam hias ini dikerjakan dengan cara digambar kemudian diberi warna.

Beberapa contoh karya ragam hias pada bahan kayu/bahan keras lainnya:


ragam hias pada talenan




C. Teknik Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

                Penerapan ragam hias pada bahan kayu dapat dilakukan dengan cara mengukir dan menggambar (melukis) atau gabungan keduanya. Mengukir dalam hal ini adalah membentuk tonjolan dan cekungan berbentuk ragam hias tertentu pada permukaan kayu dengan menggunakan alat pahat.

1. Alat Untuk Mengukir Ragam Hias di Atas Bahan Kayu

Alat utama untuk mengukir addalah pahat dan pemukul.

a. Pahat

Ada dua jenis mata pahat, yaitu maya pahat mendatar dan mata pahat melengkung. Penggunaan pahat harus disesuaikan dengan bentuk  ragam hias yang akan diukir. Ada empat jenis pahat, yaitu seperti:


Pahat Kuku (pahat penguku), bentuk pahat ini lengkung seperti kuku manusia. pahat penguku digunakan untuk mengerjakan bagian yang lengkung, melingkar, membentuk cembung, cekung, ikal dan pecahan aris maupun pecahan cawen.

Pahat Lurus (Pahat Penyilat), Pahat ini berbentuk lurus, digunakan untuk mengerjakan bagian yang lurus atau rata. Pahat ini juga dapat digunakan untuk membuat dasaran dan membuat siku-siku tepi ukiran dengan dasaran.

Pahat Lengkung Setengah Bulatan (Pahat Kol), Mata pahat kol berbentuk melengkung belahan bulatan, gunanya untuk mengerjakan bagian-bagian cekung yang tidak dapat dikerjakan dengan pahat kuku.

Pahat Miring (Pahat pengot), mata pahat pengot berbentuk miring meruncing dan tajamsebelah, gunanya untuk membersihkan pada sudut selah-selah ukiran dan meraut bagian-bagian yang diperlukan.

b. Pemukul
            Alat pemukul yang digunakan dalam kegiatan mengukir umumnya terbuat dari kayu meskipun ada juga yang menggunakan palu besi atau batu. 


2. Menggambar Ragam Hias Ukiran

            Bentuk kayu ada yang berupa batang dan ada juga yang berbentuk papan. Kayu banyak jenisnya. Ada kayu yang memiliki serat halus dan ada yang kasar. Mengukir kayu harus memperlihatkan alur seratnya. Sebelum kayu diukir, terlebih dahulu harus dibuatkan gambar ragam hiasnya.

        Membuat torehan pada kayu engan menggunakan ragam hias tertentu merupakan aktivitas dalam mengukir. Sebaiknya kamu harus mengenal tlebih dahulu alat dan bahan serta prosedur kerjanya. Kegiatan mengukir padda bahan kayu memiliki proseur sebagai berikut:
a. Menyiapkan alat an bahan menggambar ragam hias ukiran.
b. Memilih bentuk ragam hias sebagai objek berkarya.
c. Membuat sketsa ragam hias pada bahan kayu.
d. Memberikan warna pada hasil gambar. 

3. Melukis Ragam Hias di Atas Bahan Kayu

        Kayu pada dasarnya dapat diberi warna dengan berbagai macam cat, misalnya cat minyak atau cat akrilik. Oleh karena itu, produk dari bahan kayu dapat diberi hiasan ragam hias dengan teknik melukis. 

Berikut adalah contoh melukis ragam hias pada produk dai bahan kayu,
a. Menyiapkan bahan dan alat melukis (cat akrilik/cat tembok, kuas, dan palet).
b. Menyiapkan bahan kayu (papan kayu)
c. Membuat rancangan gambar ragam hias pada kertas.
d. Memindahkan gambar rancangan pada permukaan bahan kayu.
e. Menerapkan cat untuk menyelesaikan gambar ragam hias.
f. Memberikan lapisan vernis atau cat transparan pada permukaan kayu.

TUGAS PENERAPAN RAGAM HIAS PADA BAHAN KAYU

Setelah membaca materi ragam hias pada bahan kayu, selesaikan tugas berikut:

A. Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang benar!

1. Kayu dapat diolah menjadi bangunan seperti ..........
2. Motif pada kerajinan kayu beragam, tergantung pada ............
3. Ragam hias geometri memiliki objek berupa ..............
4. Alat utama untuk mengukir ada dua jenis mata pahat, yaitu ............
5. Kegiatan mengukir menggunakan .........
6. Dalam pengolahan kayu, alat dan teknik yang digunakan harus sesuai dengan .....
7. Pahat pengot berbentuk .......
8. Kayu dapat diberi warna dengan berbagai macam cat, maka produk dari bahan kayu dapat diberi hiasana ragam hias dngan teknik .........
9. Pahat Penyilat memiliki bentuk .......
10. Alat dan bahan untuk menggambar pada kayu adalah ........

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan benar!

1. Sebutkan jenis ragam hias ukiran di Indonesia!
2. Apa yang dimaksud dengan mengukir?
3. Sebutkan macam-macam pahat dan kegunaanya!
4. Sebutkan langka-langka mengukir pada bahan kayu!
5. Jelaskan langkah-langkah menggambar ragam hias pada bahan kayu!

C. Tugas Praktek Penerapan Ragam Hias pada Bahan Kayu

Buatlah karya penerapan ragam hias pada bahan kayu, boleh juga bahan-bahan keras lainnya. seperti pada talenan kayu, sandal jepit, tampah, tudung pak tani, asbak kayu, dan benda-benda yang berbahan keras lainnya.

Jika kelengkapan alat untuk teknik mengukir tidak lengkap, maka gunakan teknik melukis/menggambar saja dalam membuat tugas praktek penerapan ragam hias pada bahan kayu atau bahan keras lainnya.

Selamat belajar dan berkarya anak-anakku, Semangat ya!       

Auto Post Signature

Auto Post  Signature