Top Social

FIRA KAHAR

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Deary Wali Kelas

Wednesday, September 5, 2018

HILANGNYA UANG FIQIH


Rabu yang cerah, tepat jam 07.05 aku sudah sampai disekolah tempatku mengajar. bergegas aku masuk kantor dan mempersiapkan buku, dan absen siswa, tak lupa juga aku mempersiapkan sebotol air minum untuk bekal disaat mengajar, lumayan di jam pertama ini aku mengajar selama tiga jam tatap muka 3 x 40 menit tanpa jedah, mana kondisi tata letak sekolahku yang tidak rata, naik turun tangga yang lumayan jauh , struktur tangganyapun tinggi dan terjang. 

Sebelum bel masuk berbunyi langkah kakiku sudah bergerak ke arah kelas tempatku mengajar, tak lupa aku mampir ke ruang kantor TU untuk menempelkan jari jempolku, sebagai tanda bahwa aku datang dan melaksanakan tugas pada hari ini.

Aku menuruni tangga semen yang menurun dan terjang, kisaran tiga puluh anak tangga sudah kulewati, bel masukpun berbunyi. Kulihat jam tangan yang bertengger di tanganku, tepat jarum jam pendek menunjuk di angka tujuh jarum panjang di angka tiga, emang sudah jadwalnya masuk kelas masing-masing. perjuanganku menuju kelas delapan dua tempat kelasku mengajar pagi ini masih lumayang, jalan lurus melewati jembatan sekitar 20 M, selanjutnya naik tangga sekitar dua puluh anak tangga, tinggi dan terjang. 

Dengan terengah-engah akhirnya sampai juga aku di kelas delapan dua, kutemui anak-anak muridku sudah berada di dalam kelas, walau kondisinya masih rame seperti pasar, sampai akhirnya aku masuk ke dalam kelas dan disambut salam oleh anak-anak yang dipimpin oleh ketua kelas.

Dengan materi mengajar praktek menggambar model, tidak terasa sampai juga jam istirahat pertama, pertanda juga bahwa jam mengajarku di kelas delapan dua berakhir. Bergegas kukemasi perangkat mengajarku, akupun kembali ke kantor ruang guru. Akupun melewati jalan yang sama sewaktu perginya tadi.

Akupun dapat duduk dan istirahat di ruang guru. sesampainya di meja kudapati kue dan gorengan yang siap untuk di santap. Lega dapat kurasakan diwaktu istirahat selama 20 menit, sempat minum dan makan snack pelepas dahaga. 

Bel masuk setelah istirahat pertama berbunyi pertanda jam pelajaran ke empat sudah siap dimulai. Akupun tetap menikmati snack dan mulai membuka laptopku, ada jedah 2 jam pelajaran untukku punya kegiatan sendiri yakni bercengkrama dengan notebook miniku. Hari ini aku mengajar kembali di jam keenam, tujuh dan delapan, lumayan waktu jedah bisa kunikmati. Blum lagi sepuluh menit berlalu, ada telepon di HP androidku, ayuk Sri menelpon, beliau sedang berada di kelas bimbinganku yakni kelas delapan lima. jam pelajaran Bahasa Indonesia.
"Umi fira lagi dimana" tanya beliau.
"Baru saja sampai di ruang guru bu" jawabku 
"Bahwasanya sedang ada masalah di kelas delapan lima, bahwa uang ananda Fiqih hilang sebesar 115.000,-"
Akupun terkejut, bergegas aku kembali menuju kelas bimbinganku yakni kelas delapan lima.

Aku seorang perempuan yang sudah berusia 38 Tahun, Alhamdulillah masih kuat melewati jalang-jalan yang mendaki dan menurun khusus yang dapat kebagian mengajar di kelas yang tempatnya agak jauh dengan kontruksi jalan yang tidak mendatar. Kesehatan dan kekuatanku yang masih prima inilah menjadi pertimbangan pihak pengambil kebijakan di sekolah menempatkan pembagian kelas mengajarku semua di seberang atau posisi struktur tanah yang tidak mendatar.


belum selesai nih.....


#30DWC
#30DWCJILID14
#DAY15
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature