Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

BENGKULU YOGYAKARTA PART DUA : November 2018, Mengunjungimu di YOGYAKARTA

Saturday, February 5, 2022

Oleh : FIRA KAHAR


UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta


            Sudah satu tahun dirimu berjuang di Yogya, menuntut ilmu menyelesaikan study S3 di UIN Sunan Kalijaga. Kecanggihan jaman dan teknologi yang menjadikan kita jauh berasa dekat, kita selalu komunikasi by phone, hampir setiap hari dirimu calling aku dan anak-anak dengan video call, sehingga kita berasa masih di satu tempat. setiap tempat yang kamu kunjungi, atau kamu datangi selalu ditunjukkan ke kami di sini...di Bengkulu. Dari tempatmu tinggal, kosanmu, lingkungannya, tempat langgananmu sarapan, makan siang bahkan pemilik warungpun ikut berkomunikasi denganku by VC. Begitu juga keadaanmu dikampus, semua tempat kakimu melangkah kamu beri tahu aku dan anak-anakmu, dari perpustakaan, cafe, ruang belajar, ruang tunggu dosen di kampus, teman-temanmu juga di sana diperkenalkan ke aku...sungguh caramu membuat kita berasa bersama terus walau tempat kita berpisah antar pulau.


Kraton Jogjakarta


Tapi......semua itu tak cukup bagiku, tak lega hati ini, karena belum  melihat langsung keberadaanmu di sana. bagaimana kosanmu, bagaimana lingkungan tinggalmu, bagaimana lokasi kampus tempat belajarmu, dan bagaimana tempatmu makan di sana. 


Bandara SOETA Jakarta


Ketika menemukan ada sedikit celah waktuku bisa ijin ke pimpinan untuk keluar kota mengunjungimu. Waktu yang ada kumanfaatkan dengan optimal, aku langsung hubungi ibu mertua yang sangat ingin melihat langsung keberadaanmu di Yogya. Ibu mertuapun langsung menjawab ok dia mau ikut. Langsung kupesan  tiket PP Bengkulu-Yogyakarta dan Yogyakarta-Bengkulu untuk 3 orang, sesuai permintaanmu bahwa tiket ke-3 untuk anak terkecilku, aku membawa anak yang no 5 yang usianya baru 3,5 tahun. 


Muhammad Raihan Rozi


PREPARE

Yess....urusan tiketpun clear. Kami dapat tiket lion dan batik. Waktunya prepare. Aku ingin persiapan yang matang, Yogyakarta adalah salah satu tempat destination yang masuk dalam catatanku yang harus kukunjungi tahun itu. Dari perlengkapan pakaian, dan aksesoris-aksesoris dalam traveling kusiapkan, apalagi aku membawa anak yang masih balita, mesti ada perlengkapan-perlengkapan pendukung agar perjalananku selama di Yogya terkondisi aman dan nyaman.


Soeta - Adi Sucipto


Kebiasanku adalah setiap ada rencana, apapun itu mesti ada "to do list" baik itu to do list perlengkapan yang akan dibawa ataupun to do list hal kegiatan yang akan dilakukan atau pun tempat yang akan dikunjungi selama di Yogyakarta. semua kusempatkan untuk membuat listnya, sehingga aku tinggal melaksanakannya saja, tanpa ada khawatir ketinggalan barang, penyesalan atau apapun itu, karena semuanya sudah terencana dengan baik.


Kraton Jogjakarta


TIBA DI JOGJAKARTA

Tiba waktunya kamipun berangkat, aku, ibu mertua dan Muahmmad Raihan Rozi anak ke-5 kami. dari Bandara Fatmawati Sukarno Putri jam 08.00 transit bandara soeta menuju bandara Adi Sucipto Jogjakarta. Kami sampai di Jogja waktu sholat maghrib,waktu transitnya lama menunggu di bandara soeta Jakarta. Kebetulan hari hujan sangat deras, di bandara suami sudah menunggu bersama bapak dan ibu kos yang sangat baik hati menawarkan diri menjemput kami dengan mobil pribadinya. Alhamdulillah....dari sambutan ini sudah berasa olehku bahwa tempat suamiku kos adalah tempat orang-orang baik.


Candi Borobudur


SAMPAI DI KAMAR KOS SUAMI

Suasana hari sudah malam, gelap dan hujan lebat. akhirnya sampai juga kami ke kamar kos suami. Sebuah kamar ukuran 3 x 2 , sudah terbentang disana kasur no 3 diatas karpet warna hijau yang memenuhi semua lantai kamar, ada 2 bantal kepala dan dua guling yang tersusun rapi diatas kasur yang bersepraikan warna kuning bermotif. Dinding kamar yang bercat warna putih terdapat beberapa baju suami yang tergantung . yaa..begitulah suamiku punya kebiasaan menggantung pakaian, yang katanya sayang untuk dicuci karena dipakai hanya untuk ke mesjid dan pergi sebentar. Kamarnya bersih dan rapi....suami bilang baru kemaren dia bersih-bersih kamar, karena kami akan datang, cerita suamiku seadanya. Ada sebuah meja persegi dan kursi kayu...oo sepertinya ini meja tempat suamiku bercengkrama dengan laptop dan buku-bukunya setiap hari bahkan sampai malam, sering kulihat meja ini disaat suami sedangan VC. Terdapat juga dispencer air yang tertengger galon besar diatasnya, beberapa piring, gelas, cangkir, mangkok dan sendok yang tersusun rapi di rak piring kecil. Tak ada almari tempat simpan baju, tanyaku sambil melirik kesemua penjuru kamar. Itu dalam koper besar tempat baju bersih disimpan, dari loundry langsung masuk koper itu, jawab suamiku. Ada 2 buah koper di samping kasur, satunya tempat pakaian dan satunya lagi tempat simpan buku agar tidak berserakan. Ada mesin printer cannon dan sebuah kipas angin ukuran sedang dipojok kanan sebelah meja belajar. Rasanya tak perlu waktu lama untuk mengenali kondisi dan isi kamar kos suamiku, sederhana, bersih, tertata, punya perlengkapan yang cukup komplit untuk seorang anak kos bertahan di negeri orang, kamar kos hanya tempat tidur, belajar dan beribadah, sesekali menjadi tempat diskusi jikalau ada teman yang sedang berkunjung. 


Nenek dan cucunya Raihan


TIDUR DI PENGINAPAN DEPAN UIN

Gak berapa lama sampai di kamar kos suami, kami bersih-bersih badan, gosok gigi dan mandi. Letak kamar mandi ada di luar, sekitar 10 M dari kamar. Selesai mandi, dikamar sudah terhidang makan malam yang dibeli suami disaat kami bersih-bersih badan tadi, Ibu pun mengeluarkan masakan dari kampung, kalio jengkol dan sambal ikan tenggiri. Kami makan malam dengan lahapnya, selain menunya enak, kondisi kami yang laper, suasana hujan yang dingin dan capek diperjalanan sehingga makan malam terasa enak dan lahap.


Sarapan Pagi di Jogja

Gak terasa azan isya berkumandang, seperti biasa suami bergegas ke mesjid yang tidak jauh dari kamar kos, sekitar 30 M. Tanah bangunan Mesjid itu adalah tanah wakaf dari orang tua pemilik rumah kos tempat suamiku, posisi mesjid masih dalam kompleks kosan ibu sarimo, pemilik tanah dan rumah kosan.


Salah satu menu sarapan di Jogja

Malam sudah mulai larut, anakku Raihan sudah tertidur pulas, obrolan kami, aku, ibu dan suamipun mulai lengang. suamipun ijin ke ibu untuk mengajak aku dan raihan untuk pergi tidur ke kamar penginapan di depan UIN, tidak jauh sekitar 50 M dari kosan suami. Ibupun mempersilahkan kami pergi tidur, ibu tidur dikamar ini saja, Ibu ingin merasakan tempat tidur anakku selama berjuang di Jogja ini bilang Ibu, sambil tersenyum, secara beliau sangat mengerti suasana hati anaknya yang sedang saling merindu...ahai. Selama satu minggu pula kami tidur di kamar penginapan di depan UIN. setiap mau tidur baru berangkat, pagi-pagi habis sarapan pulang ke kamar kos sambil membeli sarapan untuk Ibu.

***Bersambung
Post Comment
Post a Comment

Hello pembaca yang sholeh dan sholehah
Terima kasih ya, telah mampir dan baca tulisanku di blog www.firakahar.com ini.

Alhamdulillah wa syukrulillah aku bisa jumpai pembaca dengan menulis di blog, kalaulah ada tulisanku bermanfaat bagin pembaca, jangan sungkan dan ragu untuk di share, follow dan di coment ya.

Aku senang dan bahagia jika ada kritik ataupun masukan yang membangun terhadap tulisan-tulisanku di blog ini.

Jika ada kesempatan untuk bekerjasama boleh hubungi hp/wa-ku: 8117306556, by email_ku: mfwkk@yahoo.com

see you
regard from me
FIRA KAHAR

Auto Post Signature

Auto Post  Signature