Top Social

FIRA KAHAR

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

Bengkulu Jogja Part Tiga

Saturday, August 25, 2018

 

RAMADHAN 1439 H

Baru Ramadhan tahun ini di keluarga kami tanpa kehadiran putra sulung kami Muhammad Rosikhan Rozi dan suamiku, Buya dari kelima anak-anak kami. Putra sulung mondok di pesantren sedangkan suami melanjutkan study di Jogja. Betapa beda nuansa yang terasa tanpa mereka berdua. Sepi dan terasa ada yang kurang keberadan mereka bersama kami disaat bulan Ramadhan tahun ini, sahur, berbuka yang selalu bersama diatas tikar/karpet. sekali-kali kulirik tempat duduk yang biasa di duduki oleh suamiku, Beliau biasa duduk di pojok arah dekat pintu ruang tengah, karena posisi itu beliau pilih agar kiranya bisa bersegera keluar menuju mesjid ketika selesai berbuka puasa. 


Teknologi jaman Now menjadikan yang jauh berasa dekat yang dekat berasa jauh. Kenapa? yah begitulah dampak perkembangan teknologi yang terjadi di masyarakat di negeri yang sedang berkembang. Keluarga kami kebagian merasakan yang jauh menjadi dekat, karena dengan adanya HP Android, suamiku jadi sering video call dengan kami, begitu juga sebaliknya, jadi jarak kami memang jauh tapi komunikasi antar suami dengan istri, anak dengan buyanya, kakak dengan adiknya, semua jadi terjalin begitu dekat dan selalu nyambung setiap waktu tanpa batas. Jadi walau buya di jogja, kami di Bengkulu selama setahun ini selalu kontak-kontakan lewat video call. Kesepian dan kerinduan antara kamipun dapat terobati. 


"Firaa Insyallah perkuliahan Dang akan berakhir tanggal 7 Juni 2018 hari Kamis siang. tolong pesankan tiket Dang tanggal 8 siang ya". Jogja - Bengkulu.


Alhamdulillah akhirnya liburan tiba, jadwal kepulangan sudah bisa di pastikan, selama ini kepastian ini sangat dinantikan, dag dig dug kumenunggu.....bagaimana tidak dag dig dug setiap buka aplikasi pemesanan tiket, harganya sudah semakin naik. Terakhir kulihat sudah di atas angka 1,5 jt. harga segitu pas satu minggu depan yang lalu. Cepat-cepat kubuka aplikasi pemesanan tiket, mataku cepet merayap memasukan data pemesanan dengan teliti, kutak mau kejadian itu terulang lagi, pernah ku melakukan kesalahan besar dalam mengisi data pemesanan tiket sehingga suamiku terbayar dua kali lipat. padahal kesalahanku hanya sedikit saja yakni salah angka di tanggal keberangkatan. Bahh....walau salah satu angka sangatlah signifikan menaikan angka rupiah yang harus suamiku keluarkan karena jadwal keberangkatan pesawat yang ada di tiket mesti reschedule....dengan manja akupun bilang "afwan jiddan zaujiku".


Hupp! Dalam waktu 5 menit tiket Jogja-Bengkulu sudah oke, dapatnya di angka 1,8 Jt. 


"Gak apa-apa fira, yang penting Dang dapat tiketnya, khawatir kalau sudah dekat dengan hari H lebaran. Dang idak dapat tiket lagi" komentar suamiku pagi itu, ketika kukonfirmasi bahwa tiket sudah done. waktu kupesan tiket menunjukkan seminggu  sebelum tanggal 8 Juni 2018.


LIBURAN TIBA


H-7 Lebaran tepatnya hari Jum'at, 08 Juni 2018, sangatlah dinanti karena hari ini suami pulang, jumpa istri dan anak-anaknya. Bahagianya bisa berkumpul lagi walau belum untuk selamanya, berkumpul dalam rangka liburan akhir semester dua.


Sore hari yang cerah, terang benderang secerah dan seterang penghuni rumah yang sedang menyambut kepulangan sang terkasih, tercinta dan tersayang, seorang Imam di keluarga kami, Zaujiku, buya dari anak-anak kami.


Sejak satu minggu dari pemesanan tiket kepulangan suami, menu makan sahur dan menu berbuka sudah lama kurancang sedemikian rupa. Bekal menu-menu kesukaan beliau sudah ready di kulkas, tinggal di eksekusi pada waktunya, dari lemea,  rebung asam, jengkol, kabau, ikan laut segar, terong, dan rekan-rekannya, semua yang disukai suami kecuali sayur unji.


MASA PERJUANGAN

Setahun sudah berlalu, dua semester sudah terlewati.

"Tidak terasa ya dua semester telah terlewati", begitu komentar orang-orang setiap jumpa sama suami di saat liburan semester dua ini. Diriku tersenyum-senyum simpul kala mendengar komen itu baik mendengar langsung ataupun dari cerita suami, Kadangkala mata suami melirik-lirik diriku ketika ada keluarga ataupun kerabat yang berkomen seperti itu di depan kami berdua. 

Betapa terasanya bagi kami berdua khususnya, begitu juga bagi kelima anak-anak kami. perjalanan setahun ini, waktu yang sangat terasa panjang dan lama, penuh perjuangan onak dan duri, penuh senyum bahagia, dan penuh buliran-buliran hangat  yang seringkali menggelinding di ujung mata. waktu demi waktu, hari demi hari, malam demi malam, minggu demi minggu, bulan demi bulan kami lewati penuh dengan drama, jikalau semua drama bisa tertuliskan olehku, mungkin sudah berapa episode sinetron yang bisa ditayangkan di depan layar kaca.

Kondisiku sebagai ASN yang mempunyai lima anak serta banyaknya kegiatan rutinitas membuat drama-drama setahun ini dapat kujalani dengan enjoy dan apa adanya. Alhamdulillah semua drama bisa kami jalani dan lewati bersama. Kondisi ini sepakat kami yakni suami  dan diriku beri nama "Masa Perjuangan". Setiap akhir dari perbincangan, obrolan, diskusi kami berdua selalu kami akhiri dengan saling mendo'akan, "Selamat Berjuang".



#30DWC
#30DWCJILID14
#DAY4
Post Comment
Post a Comment

Auto Post Signature

Auto Post  Signature