Top Social

FIRA KAHAR

Ibu adalah sekolah utama, bila engkau mempersiapkannya, maka engkau telah mempersiapkan generasi terbaik.

matahari

Monday, September 17, 2018

Panggil Saya "Dang"



Desiran kencang seakan kena sentrum aliran listrik menelisik kesemua aliran darah di sekujur tubuh, dada berdegup kencang tak beraturan, inilah yang dirasakan Lany ketika tangan Nedy menyentuh dan menggenggam erat tangannya. Lany masih antara mimpi dan kenyataan, bisa duduk berdua dengan seorang laki-laki yang bukan muhrimnya, selama ini Lany sangatlah menjaga dirinya dari laki-laki asing, boro-boro akan dipegang tangan, menatap matanya saja Lany akan menghindar. Tapi pagi ini Lany terperangkap dalam sebuah kamar dengan seorang pria yang bukan muhrimnya. Kamar ini berwarna putih, tempat tidur berseperai warna putih juga, menjadi saksi pegangan pertama Lany dengan seorang pria yang bukan muhrimnya yakni Nedy.

lany dan Nedy masih duduk di samping tempat tidur sambil berpegangan tangan, terlihat jelas di muka Lany yang masih malu dan tersipu. Nedypun walau terkesan tenang, wajahnya tidak bisa menyembunyikan perasaan sungkan dan grogi berdekatan dan bisa menggandeng Lany di kamar itu. 
"Lany, panggil saja saya dengan sebutan Dang"  
Dikeluarganya nedy adalah anak pertama, semua adiknya memanggil dirinya dang Nedy, sepertinya dia lebih nyaman jika istrinya Lany memanggil dirinya dengan panggilan Dang juga.
"Dang" 
Lany mencoba menyebut panggilan yang disebutkan Nedy, Lany tersenyum malu sambil menganggukkan kepala tanda dia menyetujui panggilan itu.
'Trus saya dipanggil siapa?" Tanya Lany manja sambil mencoba menatap wajah suaminya Nedy.
"Dipanggil Lany saja" jawab Nedy singkat.
"Oh gitu" komentar Lany.

"Tok tok tok tok" Terdengar pintu kamar ada yang ngetok dari luar, dan terdengar suara juga.
"Pengantin segera turun dan duduk di pelaminan, karena acara walimatul'ursynya akan segera dimulai".
"Iya" jawab Lany sambil membuka pintu kamar.
Terlihat di depan pintu kamar kakak Lany yang laki-laki, beliau memberitahukan bahwa pengantin sudah dipersilakan untuk duduk di pelaminan di depan rumah, karena acara walimatul'ursy akan segera dimulai.

Bergegas Lany mengambil sendal pengantinnya, lany Keluar dari kamar dipapah oleh suaminya Nedy, mereka berdua berjalan tenang ke pintu luar menuju pelaminan pengantin yang suah disiapkan. terlihat di luar suasana segar dan cerah, matahari sudah bersinar penuh menerangi bumi.

b e r s a m b u n g


#30DWC
#30DWCJILID14
#DAY27




10 comments on "matahari"
  1. Aaaaahhhhh,,,bersambung ternyata...

    ReplyDelete
  2. Jiah, Dang. Jadi ingat suami mira ko mbk mbk. hehe
    Di panggil Dang jugo,

    ReplyDelete
  3. Lanjutinn secepatnya mbakkk heheh biar baperr

    ReplyDelete
  4. Ditunggu kelanjutannya mbak... hehe
    Semangat menulis terus ya mbak

    ReplyDelete
  5. Mbak, walimatussafar apa walimatul 'ursy?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Benernya Walimatul'ursy mak Ney, kurang fokus caknye, aqua mana aqua hehee

      Delete
  6. Sukaaaaa... Diskatunggu kelanjutan ceritanya Kaka.. segera ya hehe

    ReplyDelete

Auto Post Signature

Auto Post  Signature